Pages

Welcome my blog

Get Gifs at CodemySpace.com

Selasa, 12 April 2011

0 Panduan Awal Membuat Blog


Blog sebuah gaya hidup baru era digital yang sudah meluas di berbagai kalangan, dengan tujuan masing-masing orang membuat blog untuk kepentingan personal, komersial maupun organisasi. Untuk saling bertukar pikiran, opini maupun saran itulah salah satu tujuan orang membuat blog. Tapi sebagian orang masih belum bisa tentang cara membuat blog. bagaimanakah membuat blog secara gratis itu?

langkah pertama yang harus Anda punya adalah alamat email. Jika belum mempunyai alamat email silahkan ikuti panduan dibawah ini.
Penulis meyarankan membuat email di gmail (google mail) karena satu layanan dengan blogger yang menyediakan layanan blog secara gratis.

Panduan Membuat Email Gmail
  1. Masuk alamat www.gmail.com
  2. Lalu klik tombol "Buat akun"

  3. Lalu setelah itu akan muncul form-form yang harus Anda isi dengan benar dan sesuai data diri Anda.
  4. Setelah semuanya terisi dan vertifikasi kata sudah diisi dengan benar klik tombol "Saya Menerima. Buat Akunku."

  5. kalau semua form diisi dengan benar alamat dan mengklik tombol "Saya menerima. Buat.." alamat emailpun sudah jadi.

Nah setelah kita punya alamat email kita bisa membuat blog dengan cara sebagai berikut :

Selain email dari Gmail kita pun bisa mendaftar blog dengan alamat email yang lainya misalnya Yahoo Mail, Plasa dan yang lainya
Oke kita bahas cara membuat blog dari awal.

Cara Membuat Blog di Blogger
  1. Masuk alamat www.blogger.com
  2. Lalu klik tombol navigasi "Ciptakan Blog Anda"
  3. Lalu isi form yang mucul dengan benar sesuai data diri Anda

    Setelah diisi dengan benar contreng kotak "Saya Menerima..." Lalu klik tombol "Lanjutkan"
  4. Lalu akan muncul konfigurasi nama blog Anda seperti dibawah ini, isi judul blog dan alamat blog Anda



    Setelah diisi klik tombol "Lanjutkan"
  5. Setelah langkah ke empat selesai sekarang pilih sebuah template Anda. Pilih template yang Anda sukai kemudian klik tombol "Lanjutkan"
  6. Dan blog Anda sudah jadi apabila ingin memposting silahkan klik tombol "Mulai Blogging"
Mudah kan membuat blog itu? dengan blog Anda bisa lebih keren lho . Happy blogging!! celebrate
sumber :http://tutorial-jitu.blogspot.com

0 Tips Memanfaatkan Google Untuk Menulis Artikel


Kebanyakan netter memakai Google hanya untuk Search, mencari suatu topik dengan mengetikkan keywords. Tidak banyak yang memanfaatkannya untuk Research. Padahal sebenarnya di sana ada sejumlah fasilitas yang bisa dimanfaatkan untuk menggali informasi tentang suatu topik lebih dalam lagi.
Dalam postingan ini saya mau menunjukkan beberapa langkah dan tools Google yang bisa kita pakai untuk menulis artikel orisinil yang menjadi bagian penting dari sebuah website, khususnya blog, atau newsletter, sehingga kita terhindar dari kebiasaan kopas (copy paste).
Menemukan topik menarik dan hangat
Pergilah ke Google News, temukan berita menarik yang mungkin terkait dengan topik blog atau newsletter Anda. Dengan melakukan search sesuai keyword yang Anda bidik, Anda akan menemukan berita terkait dari sekitar 4500 sumber berita di sana. Baca dan pilih beberapa berita yang relevan dan buatkan kutipan di catatan Anda beserta sumber URL beritanya sesuai aturan penulisan.
Selain dari news, Anda juga bisa mulai dari Google Trends, yang memuat topi-topik yang sedang trend dan menjadi sumber berita. Di sana juga mungkin Anda akan temukan topik yang sesuai dengan blog atau newsletter Anda.
Apa kata orang tentang topik itu?
Setelah menemukan berita yang relevan dengan interest Anda dan membuat kutipan di catatan Anda, selanjutnya Anda cari apa pendapat umum tentang topik itu. Pergilah ke Google Groups dan ikuti beberapa di antaranya untuk mengetahui apa pendapat orang lain tentang topik Anda. Catatlah pendapat-pendapat yang pro maupun kontra yang akan menunjang penulisan artikel Anda.
Apa kata bloggers?
Carilah keyword Anda di Google Blog Search, maka Anda akan menemukan begitu banyak blog yang menulis tentang topik itu. Catat dan kutip pendapat bloggers yang menurut Anda layak dan menunjang penulisan Anda dan tentu jangan lupa mencatat URL sourcenya bila nanti Anda akan mengutipnya sebagai referensi.
Apa kata para pakar atau ilmuwan?
Google Scholar akan memberi Anda banyak informasi menyangkut topik Anda sebagai hasil riset para sarjana dan pakar di bidang itu. Bisa berupa thesis, buku, abstrak, atau tulisan di jurnal ilmiah. Adalah baik untuk menyertakan pendapat mereka yang ahli di bidangnya dalam tulisan artikel Anda.
Temukan buku sebagai referensi
Betul, Anda bisa membeli buku atau membaca di perpustakaan untuk mencari referensi tentang topik artikel Anda. Tetapi kenapa repot-repot ke toko buku dan keluarkan uang kalau Google Book Search bisa memberi Anda begitu banyak buku digital meliputi hampir semua topik? Gunakan fasilitas search buku ini untuk mendapatkan referensi yang lebih banyak lagi tentang topik yang Anda akan tulis.
Temukan dokumen PDF
Sama halnya dengan buku tadi, Google juga menyediakan berbagai referensi yang bisa Anda gunakan dalam format file PDF. Dengan mengetikkan search term seperti ini:
“keywords anda” filetype:pdf
maka Anda akan menemukan sejumlah dokumen terkait topik Anda dalam format PDF.
Satukan semuanya menjadi artikel
Berbekal referensi 1 s.d. 6, maka praktis Anda hanya tinggal menggabungkan saja semuanya ke dalam satu artikel. Menulis paragraf introduksi, mengaitkan satu referensi dengan yang lain, membandingkan dua atau lebih pendapat yang berbeda, dan kemudian menyimpulkannya dalam paragraf penutup. Maka artikel orisinil Anda sudah siap dipublikasikan. Mudah bukan?
Mungkin Anda tidak perlu melakukan semua tahapan di atas, hanya dengan satu dua tools atau tahapan saja mungkin sudah cukup untuk menulis sebuah artikel. Itu semua tergantung dari keperluan Anda tentunya. Dan jangan lupa sebenarnya masih ada fasilitas lain yang disediakan google untuk memperkaya artikel Anda, seperti Google Image, Google Maps, Google Video (atau YouTube), dll.

Senin, 11 April 2011

0 Jenderal Iran Beberkan Kejahatan Inggris



Menteri Pertahanan Republik Islam Iran Brigjend Ahmad Vahidi mengatakan, pemenang utama kebangkitan Islam di Timur Tengah dan Afrika Utara adalah bangsa Muslim dan orang-orang merdeka di kawasan, yang sudah lelah dengan kebijakan imperialisme, despotisme dan interventif Amerika Serikat dan Inggris. Ditambahkannya, mereka bangkit untuk membebaskan diri dari penjajah.
Pernyataan itu dikeluarkan mereaksi tudingan timpalannya dari Inggris, William Hague, yang mengklaim bahwa jika Iran menang dalam transformasi saat ini di Timur Tengah, maka tidak hanya membahayakan kawasan, tapi juga dunia.
IRNA, Rabu (6/4) mengutip keterangan kantor Pusat Penerangan Kementerian Pertahanan Iran melaporkan, Vahidi menuturkan, negara-negara Barat terutama Amerika dan Inggris senantiasa ingin mengobar perang dan hegemoni. Ditegaskannya, kini, mereka kebingungan dan ketakutan akibat perkembangan regional dan gerakan rakyat anti-hegemoni.
Seraya menjelaskan bahwa Barat terjebak dalam perilaku kontradiktif, Vahidi menandaskan, "Mereka menyatakan perkembangan regional sebagai sebuah gerakan untuk kebebasan dan reformasi, akan tetapi menilai keamanan global akan terancam jika Iran tampil sebagai pemenang transformasi tersebut."
"Jika arah dan haluan perkembangan regional demi kebebasan bangsa-bangsa dan reformasi, lalu apa yang mereka khawatirkan?" tanya Vahidi dengan penuh keheranan. "Namun, bagi kami jelas bahwa alasan utama kekhawatiran Barat adalah terputusnya akses mereka terhadap cadangan dan sumber daya alam di kawasan. Hal ini tengah terwujud berkat kebangkitan bangsa-bangsa," jelasnya.
"Pastinya, kewaspadaan bangsa-bangsa di kawasan akan menghalangi niat buruk kekuatan-kekuatan imperialis untuk memanfaatkan perkembangan saat ini. Upaya-upaya perpecahan mereka juga akan gagal," tegas mantan panglima Pasdaran ini.
Lebih lanjut, Vahidi menyatakan, noktah hitam imperialisme Inggris membuktikan bahwa mereka tidak mengkhawatirkan isu hak asasi manusia dan tidak juga kebebasan dan kemerdekaan bangsa-bangsa di kawasan. "Kejahatan tanpa batas mereka di berbagai penjuru dunia, produksi senjata pembunuh massal, dukungan penuh kepada rezim Zionis Israel dan tindakan keras mereka terhadap rakyatnya sendiri, adalah bukti-bukti klaim tersebut," paparnya.
Menurut Vahidi, tujuan klaim-klaim tak berdasar mereka soal upaya Iran untuk memperoleh senjata nuklir, bermaksud untuk menyimpangkan opini publik dunia atas tuntutan legal bangsa Iran. Ditambahkannya, klaim seperti itu juga bertujuan menutupi arsenal nuklir Israel, yang mengancam seluruh kawasan.
"Bangsa Iran dan bangsa-bangsa di kawasan sepanjang sejarah senantiasa menyaksikan tindakan-tindakan anti-kemanusiaan Inggris. Masalah ini melahirkan kebencian dan kemarahan bangsa-bangsa regional terhadap mereka," tandasnya. (IRIB/RM/SL)

Minggu, 10 April 2011

0 Teknik Memimpin Organisasi


BAB I : FUNGSI ORGANISASI
Setiap organisasi senantiasa berfungsi sbb :
  1. Menetapkan tujuan/sasaran yang ingin dicapai dalam waktu yang telah ditentukan terlebih dahulu.
  2. Berdasarkan tujuan/sasaran, ditetapkan bentuk organisasinya.
  3. Menetapkan kriteria orang-orang yang akan ditetapkan/dipilih untuk menduduki jabatan tertentu dalam organisasi
  4. Organisasi menjadi tempat untuk penggodokan calon pemimpin (leader selection/leidersselectie)
  5. Organisasi menjadi ajang pertarungan wawasan dan gagasan, sehingga memperoleh yang terbaik untuk jangka waktu tertentu.
Fungsi organisasi di atas sebaiknya dimasukkan dalam Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Program Kerja organisasi yang merangkum kesemua fungsi tsb.

Penjelasan Titik 1 bab 1
Sebuah org. (organisasi) apapun harus memilih sasaran/tujuan yang jelas sebelum bergerak/bekerja.
Tujuan/sasaran itu ditetapkan dalam jangka waktu tertentu, sehingga hasilnya dapat dievaluasi setelah beberapa tahun berjalan. Perubahan sasaran bisa terjadi dalam arti perubahan taktik maupun perubahan strategi untuk mencapainya, tergantung dari keadaan yang bisa saja terjadi secara mendadak, di luar hasil antisipasi. Bahkan perubahan sasaran secara menyeluruhpun masih dapat terjadi!

Penjelasan Titik 2 bab 1
Bentuk organisasi harus menyesuaikan diri dengan tujuan/sasaran yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu. Bentuk ini tidak hanya disesuaikan dengan dengan perundang-undangan yang berlaku, tetapi juga berkaitan dengan ‘ruang gerak’ yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.

Penjelasan Titik 3 bab 1
Setelah memiliki konsep yang jelas mengenai tujuan dan bentuk organisasi, anda perlu menetapkan kriteria calon pejabat yang akan memimpin gerak langkah organisasi.
Secara garis besar ada 4 tipe pemimpin yang berdasarkan pada :
1. Kharisma 2. Formalitas 3. Tradisi 4. Profesionalisme

* Ciri-ciri pemimpin berdasarkan kharisma adalah : berwibawa, disegani (bukan ditakuti !), mudah dipercaya, pandai mudah bergaul dll. Pada prinsipnya menyenangkan banyak orang dan punya prinsip yang jelas.

* Pemimpin berdasarkan formalitas adalah pemimpin yang ditaati karena jabatannya. Bisa saja pejabat dari organisasi apapun ditaati, tetapi sesungguhnya belum tentu diterima oleh ‘hati’ yang terdalam.

* Pemimpin berdasarkan tradisi biasanya tumbuh dari proses kebudayaan, seperti pastor, pendeta, pimpinan pesantren dll.

* Sesuai perkembangan jaman, maka dapat saya tambahkan tipe pemimpin yang berdasarkan profesionalisme, yang ditaati karena profesi yang diperolehnya dari dunia pendidikan formal maupun dari pengalaman hidupnya (autodidactic/ berpengalaman).

Di dalam kehidupan bermasyarakat kita jumpai pemimpin yang memiliki berbagai “campuran tipe pemimpin”. Ada yang memang memiliki kharisma tetapi juga menduduki jabatan tinggi (formal).
Ada pula yang sesungguhnya tidak disukai (tanpa karisma), tetapi ditaati karena jabatannya.
Berdasarkan perkembangan jaman, maka tipe pemimpin yang paling ideal adalah yang memiliki KHARISMA dan PROFESIONALISME serta jujur terhadap dirinya sendiri dan jujur kepada seluruh anggota organisasinya !

Penjelasan Titik 4 bab 1
Organisasi yang berjalan dengan baik adalah tempat orang yang berbakat memimpin diberi kesempatan untuk mengembangkan dirinya sehingga menjadi pemimpin masa depan. Dengan kata lain, setiap organisasi yang baik menciptakan suasana untuk membentuk kader pimpinan masa depan organisasinya.

Berabagai cara untuk memilih calon pimpinan dapat dilakukan, seperti dengan memberi kesempatan untuk melakukan hal-hal kecil di tingkat yang lebih rendah, kemudian diberi kesempatan untuk yang lebih luas dan lebih kompleks. “Aturan main” harus dipegang teguh dalam rangka pembentukan kader pemimpin. Jangan mengadakan ‘dropping’ jika ingin memperoleh pimpinan sejati.

Penjelasan titik 5 Bab I
Dalam organisasi yang baik, suasana keterbukaan/demokratis harus diciptakan, dimana setiap anggota/bawahan dapat menyampaikan wawasan/gagasan.

Caranyapun dapat mengambil berbagai bentuk seperti tatap muka, kotak pos, atau pembentukan “think-tank” untuk menggodok berbagai wawasan/gagasan. Ciptakan suasana “berani bicara” dalam suatu rapat atau munas sekalipun. Dapat juga dalam bentuk questionnaire. Hal-hal tersebut sangat bermanfaat karena sesungguhnya merupakan masukan dari bawah yang mungkin dapat dipergunakan untuk menyusun kebijaksanaan (policy) yang lebih efektif untuk mencapai tujuan. Tetapi hal tersebut tidaklah berarti bahwa seseorang/sekelompok orang yang menduduki jabatan pimpinan tidak boleh membuat program kerja sebelum mendapat masukan dari anggota/bawahannya. Bisa saja disusun segala hal yang mencakup sebuah organisasi terlebih dahulu, karena bisa saja pimpinan secara intuitif merasakan kebutuhan organisasi dan anggota/bawahannya.
BAB II MENCIPTAKAN KEBERSAMAAN
Organisasi yang berhasil adalah yang dapat menciptakan rasa kebersamaan (sense of belonging) dari semua orang yang tergabung dalam organisasinya. Mulai dari pimpinan sampai ke semua orang di berbagai divisi/departemen. Bukankah hasil organisasi adalah hasil kerja semua tim ?
Oleh karena itulah, menciptakan rasa kebersamaan itu penting. Bagaimana caranya? Hal itu bisa didahului dengan pencegahan perpecahan yang menghapuskan/menipiskan rasa kebersamaan. Untuk mencegah hal itu diperlukan adanya:
  1. Pimpinan yang lentur (fleksibel) tetapi tegas pada saat ketegasan diperlukan.
  2. Pembagian kerja (job description) yang jelas sejak awal, tanpa menghilangkan keterbukaan untuk berkreasi.
  3. Program kerja yang jelas tetapi lentur/fleksibel terhadap perkembangan yang membawa perubahan.
  4. Setiap Pimpinan Bagian/Divisi/Departemen dsb memberi perhatian yang manusiawi kepada bawahannya.
Penjelasan :
Titik 1

Seorang pemimpin yang berhasil harus memilki dua sifat sekaligus, yaitu kualitas sebagai DIPLOMAT dan JENDRAL, yang keduanya dapat dipelajari, dilatih dan dikembangkan oleh siapa saja (Baca tulisan saya tentang “Memimpin Rapat” dan “Teknik Berunding”).
Sifat Diplomat dilaksanakan pada saat-saat tidak diperlukan ketegasan dan sifat Jendral dipergunakan pada saat memang harus tegas dan tidak bisa lain.
Titik 2

Pembagian kerja yang jelas sejak awal tanpa menghilangkan kebebasan berpendapat adalah sangat penting untuk menjaga keutuhan bawahan/anggota sebuah organisasi apapun juga.
Setiap divisi sejak awal sudah diberikan secara tertulis perihal tugas, wewenang, dan kepada siapa dia harus bertanggung jawab. Usahakan jangan sampai ada yang tumpah tindih (overlapping) mengenai hal tersebut demi mencegah keruwetan di lapangan dan mengevaluasi hasilnya serta memberi penghargaan kepada orang-orang yang memimpin setiap bagian. Sekalipun sudah ditetapkan bagiannya masing-masing, orang/pejabat boleh ikut menyumbangkan wawasan/gagasannya untuk perbaikan bagian lainnya. Hal ini juga penting bagi Pipmpinan Eselon tertinggi untuk mengadakan mutasi jabatan sesuai dengan gagasan/wawasan orang tersebut di kemudian hari (untuk memilih “the right man on the right place”), lihat Bab tentang “Memimpin Rapat dan Teknik Berunding”.
Titik 3

Dalam era globalisasi, sebuah program kerja perlu didukung oleh fleksibilitas, sehingga jika muncul perubahan yang besar (akibat derasnya arus globalisasi), program kerja itu dapat disesuaikan dengan perkembangan. Salah satu caranya adalah dengan mempersiapkan berbagai alternatif. Jika terjadi perubahan mendadak, alternatif itu dapat dijalankan.
Program kerja itu harus tegas sejak awal, sebagai target yang ingin dicapai. Dan penyusunan program kerja harus memperhatikan potensi yang ada dalam pelaksanaannya. Potensi yang perlu diperhitungkan adalah :
Sumber daya manusia yang sesuai untuk setiap jabatan dan dana yang cukup untuk jangka waktu sesuai dengan sasaran yang ingin dicapai, baik dari sumber sendiri maupun dari pihak luar. Selain itu juga diperlukan persiapan lokasi tempat or itu, serta peralatan yang cukup untuk memulai pelaksanaan program kerja.
Titik 4

Pimpinan tertinggi beserta semua Pimpinan bagian harus memberi perhatian yang manusiawi kepada bawahannya untuk menciptakan kebersamaan dan menjaga keutuhan tim. Yang harus diciptakan/diusahakan bukanlah hanya “industrial relation” atau hanya “organizational relation”, tetapi juga yang sangat penting adalah “human relation”.
Dalam prakteknya hubungan manusiawi itu mengambil bentuk (sebagai contoh) : pertemuan (tiga) bulanan dengan acara a.l. : pimpinan menanyakan keluhan bawahan/anggotanya yang bersifat pribadi, kebutuhan keluarga dipenuhi jika or memang mampu untuk membantu ( di bidang kesehatan dan pendidikan); setiap tutup tahun diadakan semacam “Family Day” seperti tradisi Lions Club. Juga memberikan penghargaan merupakan tradisi yang baik untuk menjaga kebersamaan, asalkan memenuhi kriteria untuk mendapat penghargaan (merit system). Jangan sembarang memberi penghargaan karena akibatnya dapat ditertawakan orang banyak dan dapat menimbulkan iri hati atau cemohan yang tidak perlu terjadi, yang akhirnya dapat menimbulkan perpecahan.

BAB III MEMIMPIN RAPAT
Sebelum anda memimpin rapat, perlu disiapkan adanya:
  • Agenda rapat yang jelas;
  • Hari, tempat dan jam rapat;
  • Undangan rapat dua minggu sebelumnya (minimal satu minggu sebelumnya);
  • Persiapan ruangan dan tempat duduk yang baik/santai serta konsumsi yang cukup;
  • Sound system yang baik.
Persiapan memimpin rapat :
  1. Mengadakan checking dan rechecking 5 (A s/d E di atas)
  2. Menguasai masalah agenda rapat
  3. Menguasai kebiasaan-kebiasaan rapat (AD dan ART or).
  4. Menguasai teknik memimpin rapat.
PENJELASAN

Titik I
sudah cukup jelas.

Titik 2
Menguasai agenda rapat berarti anda menguasai segala aspek permasalahan materi rapat. Apa yang ingin dicapai? Apakah ada faktor penghambat atau ada juga faktor yang menguntungkan? Mana cara yang paling efektif untuk mencapai tujuan , mengatasi masalah ? Siapa saja yang perlu diminta untuk membahas materi rapat, sebelum pimpinan rapat membuka kesempatan untuk yang hadir guna melontarkan gagasannya masing-masing ?

Pertanyaan-pertanyaan semacam itu sebaiknya dikuasai pemimpin rapat sebelumnya. Dengan kata lain, pemimpin rapat perlu mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi di dalam rapat yang sebenarnya

Titik 3
Menguasai kebiasaan rapat sesungguhnya bermuara pada penguasaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi.

Disamping itu, diperlukan penguasaan teknik rapat serta peraturan dalam sebuah rapat. Hal ini akan kelihatan jelas pada waktu kita membicarakan “Teknik Memimpin Rapat”.

Titik 4
Hasil rapat dapat memperkuat atau memperlemah organisasi. Oleh karena itu, kita berusaha agar rapat dapat berhasil baik, dengan cara menguasai teknik memimpin rapat yang baik pula sbb :
Untuk mempermudah para pembaca tulisan ini, saya buatkan skenario rapat sbb:

  1. Saya mengadakan checking apakah undangan dan persiapan rapat seperti A s/d E sudah siap betul.
  2. Sekalipun saya sudah mempelajari materi agenda rapat, saya masih mengulang sekali lagi untuk meneliti materinya serta kemungkinan reaksi dari hadirin. Mungkin saya sudah mengetahui lebih dulu siap yang pro dan yang kontra, sehingga saya dapat mempersiapkan taktik dan strategi rapat. Mengenai hal ini, bacalah mengenai Teknik Berunding, karena sangat mirip.
  3. Saya ketahui dari AD dan ART, hak-hak para hadirin yang terdiri dari Anggota Kehormatan, Anggota Luar Biasa dan Anggota Biasa atau Dewan Komisaris. Dewan Direksi maupun Pemegang Saham Prioritas dan Pemegang Saham Biasa serta para pejabat Eselon yang lebih rendah jika mereka diundang untuk ikut rapat. Saya mengetahui anggota yang punya hak bicara dan hak pilih serta yang hanya mempunyai hak bicara saja, tetapi tidak memiliki hak untuk memilih dan dipilih.
  4. Pada waktu pembukaan rapat, saya akan menyampaikan:
    • Membuka rapat dengan resmi dan terima kasih kepada semua hadirin atas kehadirannya
    • Membacakan materi agenda rapat dan tata tertib rapat
    • Menjelaskan apa yang ingin dicapai, yang merupakan hambatan dan yang ingin dijadikan faktor penentu. Semua hal itu untuk kebaikan organisasi dan kebaikan anggota/bawahan. Hal ini sangat perlu guna mengarahkan pembicaraan selanjutnya dalam rapat.
    • Saya katakan bahwa pembahasan materi ini terdiri dari 2 sesi atau “floor” dan mempersilahkan para hadirin untuk mendaftarkan diri bagi yang ingin menyampaikan pendapat pada floor pertama. Kemudian satu per satu dipersilahkan berbicara. Nah, pimpinan rapat harus jeli/tajam mendengarkan pendapat pembicara yang ‘menguntungkan’, maka saya sebagai pimpinan rapat akan mengatakan: “Ya, itu betul, memang sepatutnya begitu”. Jika pendapatnya ‘merugikan’ maka saya akan katakan “Ya, pendapat saudara memang patut dikemukakan sebagai bahan perbandingan dengan pendapat hadirin lainnya. Mungkin bisa lebih disempurnakan”. Pokoknya pendapat yang menguntungkan saya katakan ‘baik’ dan yang merugikan saya arahkan ‘mengambang’. Toh nanti ada pendapat lainnya.
    • Saya sebagai pimpinan rapat akan membuat resume dari semua pendapat dalam floor pertama dengan cara merumuskannya mengarah pada keinginan saya mencapai sasaran materi yang disidangkan. Lalu saya akan menanyakan floor, apakah masih diperlukan floor kedua . Kalau dikehendaki, saya lanjutkan dengan membuka kesempatan untuk para hadirin dengan mendahulukan yang belum kebagian bicara dalam floor pertama, dengan alasan kemungkinan ada ide-ide lain yang belum dinyatakan dalam rapat. Setelah selesai, semua pembicara dalam floor ke dua, saya membuat resume lagi. Kemudian saya ‘tawarkan’ untuk disetujui secara aklamasi (kalau menguntungkan). Jika floor tidak menyetujui dengan cara aklamasi, maka diadakan voting. Kemudian saya merumuskan rancangan keputusan sidang, untuk kemudian disahkan menjadi keputusan rapat.
Di dalam sebuah rapat akan kita temui berbagai macam tipe manusia sbb:
  1. Yang punya gagasan, tetapi tidak berani menyampaikannya di dalam rapat.
  2. Yang punya gagasan dan berani menyampaikannya. Kategori ini dapat dibagi lagi menjadi :
    a. yang selalu menentang pendapat orang lain;
    b. yang realistik sehingga dapat menerima pendapat orang lain asal lebih baik dari pendapatnya;
    c. yang menonjolkan dirinya tanpa menguasai materi yang sedang dibahas;
    d. yang diam saja sekalipun punya gagasan; hanya disampaikan di luar sidang (ump. waktu istirahat).
Kalau sidang istirahat dan belum mengambil keputusan , maka saya akan menghubungi tipe2 d tsb. (ump. saudara A). Jika ada gagasan yang menguntungkan dari orang tersebut, maka dalam kelanjutan sidang akan saya katakan “Saudara A mempunyai gagasan sbb:…. Dan gagasan itu sekarang saya sampaikan kepada floor untuk menjadi bahan pengambil keputusan kita bersama”.

Demikian juga jawaban/komentar saya terhadap pendapat tipe 2 c.

Menghadapi orang yang biasanya suka menentang, sebagai pimpinan rapat, saya akan mengatakan : “Pendapat anda saya serahkan kepada floor untuk dibahas atau tidak dibahas lebih lanjut”. Dengan kalimat semacam itu, sesungguhnya saya mengarahkan floor untuk tidak membahas lebih lanjut.

Hal-hal mengenai rapat ini sangat berkaitan dengan “Teknik Berunding”. Oleh karena itu saya menganjurkan Anda mempelajari dan mempraktekkan “Teknik Berunding” di tulisan saya berikutnya.

0 Teori dan Teknik Persidangan


PENDAHULUAN
Sidang atau persidangan adalah salah satu kelengkapan organisasi yang mutlak harus dimiliki oleh setiap organisasi dimanapun dan apapun, karena ditangan persidangan inilah arah dan tujuan organisasi tersebut ditentukan. Melalui sidang pulalah baik buruknya sebuah laju organisasi dapat dievaluasi, sehingga lazimnya bagi sebuah organisasi, sidang memiliki kekuatan hukum tertinggi dibandingkan dengan kelengkapan organisasi yang lainnya.
PENGERTIAN DAN TUJUAN
Secara umum sidang sendiri memiliki pengertian berkumpul, bermusyawarah dan berunding (Muhammad Ali, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia), sedangkan secara khusus pengertian sidang dapat lebih dispesifikkan lagi tergantung siapa dan apa tujuan diadakan persidangan. Sidang merupakan forum tertinggi yang dihadiri seluruh anggota dan diselenggarakan untuk mengevaluasi sekaligus membahas hal-hal yang bersifat krusial dan mendasar seperti pembahasan landasan organisasi, pencabutan mandat dan pemberian mandat serta meminta pertanggungjawaban mandataris.
Pelaksanaannya, untuk sidang umum maksimal 1 kali dalam satu periode kepengurusan, sedangkan untuk sidang-sidang yang lain dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan organisasi tersebut.
KELENGKAPAN SIDANG
Untuk melaksanakan sidang dibutuhkan beberapa kelengkapan, seperti :
1.  Pimpinan Sidang
Pimpinan sidang adalah orang yang bertindak memimpin persidangan, ia wajib mengatur jalannya persidangan. Seorang pemimpin sidang dituntut untuk bersikap adil dan bijaksana dalam menyikapi pendapat-pendapat yang berkembang dalam persidangan. Ditangannyalah kesepakatan-kesepakatan dalam persidangan ditetapkan.
Jumlah pimpinan sidang haruslah berjumlah ganjil, karena adakalanya forum membutuhkan suara pimpinan sidang dalam pengambilan keputusan, jumlah minimal 3 orang dan maksimal berapapun asalkan ganjil dan sesuai kesepakatan peserta sidang. Pimpinan sidang memiliki hak yang sama dengan peserta sidang.


2. Peserta Sidang
Peserta sidang adalah orang yang memiliki kepentingan untuk bersidang, berkewajiban untuk mengikuti dan menjaga kelancaran jalannya persidangan (mentaati tata tertib). Peserta sidang berhak mengajukan pertanyaan, pernyataan, penolakan dan meminta penjelasan, klarifikasi mengenai suatu hal. Selain itu peserta sidang berhak pula untuk menggunakan suaranya dalam pengambilan keputusan. Dengan kata lain segala sesuatu dapat terjadi dalam persidangan asalkan atas kesepakatan peserta sidang, karena segala keputusan ada ditangan peserta sidang.
3. Peninjau
Peninjau adalah orang yang hadir dalam persidangan kecuali peserta dan pimpinan sidang. Peninjau memiliki kewajiban yang sama dengan peserta sidang. Peninjau memiliki hak yang sama dengan peserta sidang. Tetapi peninjau tidak dapat menggunakan hak suaranya dalam pengambilan keputusan.
4. Palu Sidang
Palu sidang adalah palu yang digunakan untuk menetapkan suatu keputusan, palu sidang merupakan nyawa dari persidangan, karena walaupun keputusan telah disepakati, tidak akan sah apabila tidak ada palu sidang untuk menetapkannya.
5. Draft Sidang
Draft sidang adalah draft yang berisi permasalahan-permasalahan yang akan dibahas dalam persidangan.
6. Lembar Konsideran
Lembar konsideran adalah kertas yang berisi lembaran keputusan-keputusan apa saja yang akan diambil dalam persidangan.
Namun, selain hal-hal diatas masih ada beberapa kelengkapan yang diperlukan dalam persidangan, seperti ruangan, kursi, meja, taplak serta kelengkapan lain yang dibutuhkan.
SIFAT PERSIDANGAN
Sifat persidangan terbagi menjadi 2 macam,yaitu :
1. Terbuka
yaitu persidangan yang ditentukan terbuka untuk umum oleh pimpinan sidang, misalnya :
a. sidang paripurna/pleno.
b. sidang pembentukan tim formatur.
2. Tertutup
yaitu persidangan yang ditentukan tertutup untuk untuk umum oleh pimpinan sidang, misalnya :
a. sidang komisi.
b. sidang formatur.
Ada yang sifatnya tertutup tapi bukan sidang,misalnya :
a. rapat tim formatur.
b. rapat pimpinan sidang.
c. rapat tim perumus komisi.
KETENTUAN SIDANG
Dalam persidangan ada beberapa ketentuan mendasar yang harus dipahami oleh pimpinan, peserta dan peninjau sidang, diantaranya :
1. Serah Terima Pimpinan Sidang
Dalam serah terima tersebut kedua belah pihak berdiri berhadapan, kemudian pihak yang menyerahkan mengetuk palu sidang kemeja 1 kali kemudian berkata “dengan mengucap Bismillahirrohmannirrahim palu sidang saya serahkan”. Kemudian pihak penerima menerima palu sidang lalu mengetuk palu sidang kemeja 1 kali lalu berkata “dengan mengucap Bismillahirrohmannirrahim palu sidang saya terima”. Selanjutnya sidang dapat dilanjutkan kembali.
2. Penggunaan Palu Sidang
a. Cara mengetuk palu sidang
Cara mengetuk palu sidang adalah palu sidang diangkat setinggi kurang lebih 10-15 cm dari meja dengan sudut kemiringan kira-kira 50°-60°, kemudian diketuk dengan suara kira-kira dapat terdengar oleh seluruh orang yang hadir.
b. Jumlah ketukan
1 kali ketukan :
  • serah terima pimpinan sidang
  • pengesahan keputusan
2 kali ketukan :
  • pembukaan dan pencabutan skorsing
3 kali ketukan :
  • pembukaan dan penutupan sidang
  • pembukaan dan penutupan sedang pleno
  • pengesahan ketetapan
3. Interupsi
Interupsi adalah menyela atau meminta waktu kepada pimpinan sidang untuk berbicara dan menemukakan pendapat. Dalam persidangan, umumnya terdapat beberapa jenis tingkatan interupsi, yaitu :
  1. Interupsi point of order (meminta kesepakatan untuk berbicara): Istilah ini digunakan oleh peserta sidang manakala yang diintrupsi, baik peserta lain maupun pimpinan sidang, dipandang melakukan pembicaraan yang menyimpang dari masalah yang dibicarakan.
  2. Interupsi Point of information (meminta atau memberikan penjelasan): Digunakan untuk berbicara (mengemukakan pendapat) bersifat umum mengenai suatu hal, juga dapat digunakan untuk bertanya dan meminta kejelasan. Juga dapat digunakan apabila ingin memberikan suatu informasi yang berkaitan dengan permasalah yang sedang dibahas. Interupsi ini memiliki tingkatan yang lebih tinggi dari yang pertama.
  3. Interupsi point of clarification (minta diperjelas) : Digunakan apabila ingin mengklarifikasi suatu permasalahan. Interupsi ini memiliki tingkatan yang lebih tinggi dari yang kedua.
  4. Interupsi point of personal previllage (permintaan untuk pembersihan nama): Digunakan apabila akan mengajukan ketersinggungan terhadap seseorang ataupun sesuatu hal. Interupsi ini memiliki tingkatan yang tertinggi, dengan kata lain siapapun yang mengajukan interupsi ini harus lebih diperhatikan
4. Skorsing
Skorsing adalah pengambilan waktu rehat dalam persidangan untuk keperluan tertentu, misalkan terjadi dead lock (kebuntuan) dalam persidangan dan untuk meencairkan suasana diamblilah langkah skorsing. Lamanya skorsing ditentukan oleh pimpinan sidang atas persetujuan peserta sidang dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Skorsing terbatas,
Skorsing yang lama waktunya ditentukan, contohnya 2×2,5 menit, 2×5, 2×10 menit, dan seterusnya tergantung kebutuhannya. Untuk skorsing terbatas ini lazimnya diawali dengan perkataan “skorsing 2x…menit dibuka” atauapabila waktu skorsing yang disepakati terhitung lama boleh juga menggunakan “skorsing sampai…dibuka”.
2. Skorsing tak terbatas,
Skorsing diambil disebabkan oleh suatu hal darurat yang terjadi dalam persidangan, sehingga menyebabkan lamanya waktu skorsing tidak dapat ditentukan. Lazimnya diawali dengan perkataan “skorsing untuk waktu yang tidak terbatas dibuka”.
5. Pembekuan Sidang
Langkah yang diambil apabila sidang, dikarenakan suatu hal terus menerus mengalami kebuntuan (dead lock terus-menerus) dan setelah melalui jalan skorsing tak terbataspun tetap saja mengalami kebuntuan. Bila hal ini terjadi, pimpinan sidang atas persetujuan peserta sidang berhak membekukan sidang, dengan catatan ini adalah langkah terakhir yang diambil setelah semua usaha yang dilakukan tetap tidak membuahkan hasil. Apabila hal ini dilaksanakan (sidang dibekukan), maka secara otomatis organisasi yang bersangkutan pun akan ikut membeku.
6. Model Persidangan
Ada beberapa bentuk / model persidangan, antara lain yaitu:
1. Bentuk U / tapal kuda
Merupakan bentuka persidangan yang paling efektif karena semua peserta sidang bisa benar-benar terfokus perhatiannya. Hal ini merupakan salah satu kelebihan dari bentuk persidangan ini.
2. Bentuk lingkaran
Bentuk persidangan seperti ini memiliki kelemahan, yaitu tidak dapat debedakan secara tegas antara pemateri, moderator, dan notulen dengan para peserta sidang. Contoh forum yang pernah menggunakan bentul persidangan seperti ini yaitu Konferensi Meja Bundar (KMB).
3. Bentuk berbanjar
Kelemahan dari bentuk persidangan seperti ini yaitu peserta yang duduk di belakang kemungkinan besar tidak fokus terhadap forum tersebut. Contohnya yaitu pada acara-acara seminar pada umumnya.
4. Bentuk komisi
Untuk bentuk persidangan seperti ini, memiliki kelemahan pula, yaitu jarak antar komisi yang berdekatan akan menyebabkan kurangnya konsentrasi / bahkan tidak adanya konsetrasi dari pemateri sidang maupun pesertanya.


7. Macam-macam Persidangan
Dalam membahas metode persidangan, kita tidak hanya membicarakan tentang bentuk persidangan / model forum, namun juga kita harus mengetahui macam-macam persidangan. Macam-macam sidang antara lain yaitu:
  1. Sidang pleno : sidang yang dihadiri oleh seluruh peserta sidang. Termasuk kedalam kategori sidang ini adalah; sidang pendahuluan yang biasanya untuk menetapkan jadual, tata tertib dan pemilihan presidium sidang, sidang pleno, biasanya ditengah persidangan untuk mengesahkan laporan pertanggungjawaban yang dipimpin oleh presidium sidang.
  2. Sidang paripurna, biasanya berisi tentang pengesahan hasil-hasil sidang.
  3. Sidang komisi adalah sidang yang diikuti oleh peserta terbatas (anggita komisi), sidang ini diadakan untuk pematangan materi sebelum diplenokan, dipimpin oleh pimpinan komisi.
  4. Sidang sub komisi, sidang ini lebih terbatas dalam sidang komisi guna mematangkan materi lebih lanjut.

Jumat, 08 April 2011

0 Peringati Hari Kesehatan, Mahasiswa Gelar Aksi

LHOKSEUMAWE - Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Aceh (FKMA), Kamis (7/4) menggelar aksi di Bundaran Jam, Kota Lhokseumawe. Aksi itu dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Dunia yang diperingati tiap tanggal 7 April.

Pantauan Serambi, sekitar pukul 10.00 WIB kemarin, anggota FKMA meneriakkan yel-yel sambil membawa sejumlah atribut. Sementara para orator menyampaikan sejumlah pendapat tentang hak-hak kesehatan yang harus diterima masyarakat. Karena aksi itu berlangsung tertib, aparat kepolisian hanya memantau aksi itu dari kejahuan.

Koordinator aksi, M Agam, mengatakan sejauh ini pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat belum semuanya memenuhi standar yang diatur undang-undang. Sehingga, lanjut Agam, pada hari kesehatan dunia kali ini pihaknya antara lain meminta pemerintah untuk memberikan pelayanan gratis dan berkualitas pada seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, tambahnya, pemerintah juga harus memenuhi standarisasi sarana dan prasarana rumah sakit umum, puskesmas serta tempat pelayanan kesehatan lainnya. “Tenaga medis ke depan harus lebih profesional dalam bekerja serta membuat regulasi untuk memenuhi kewajiban terhadap hak konstitusional rakyat,” jelasnya.(bah)

0 Puluhan Ribu Massa Demo Aliran Sesat

BANDA ACEH - Puluhan ribu orang dari 45 organisasi, di antaranya organisasi profesi, OSIS, mahasiswa, pemuda, guru, keagamaan, dan ormas Islam lainnya, Kamis (7/4) kemarin menggelar unjuk rasa damai ke Kantor Gubernur Aceh dan Gedung DPRA. Mereka mendesak Gubernur Aceh menerbitkan peraturan gubernur (pergub) tentang larangan penyebaran aliran sesat yang telah meresahkan masyarakat Aceh, seperti halnya Millata Abraham.

Aksi demo kolosal itu berlangsung tertib dan damai, dikoordinir Ketua Koalisi Barisan Guru Bersatu (Kobar GB) Aceh, Sayuthi Aulia, bersama Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Banda Aceh Chairurrazi SPd, dan penanggung jawab kegiatan Ketua PGRI Aceh, Drs Ramli Rasyid MSi MPd.

Puluhan ribu peserta aksi mengawali aksi demonya dengan lebih dulu berkumpul di Masjid Al-Makmur, Lampriek, Banda Aceh, pada pukul 08.30 WIB. Di sini mereka melakukan doa bersama.

Setelah massa berkumpul mencapai puluhan ribu orang yang didominasi anak sekolah (SMP/MTSN, SMA/MAN, SMK), guru, mahasiswa, serta organisasi profesi, pasantren, dayah, pemuda, mereka pun bergerak pada pukul 09.00 WIB ke Kantor Gubernur Aceh. Jaraknya hanya sekitar 200 meter dari lokasi titik kumpul.

Dengan menggunakan truk putih dan alat pengeras suara, koordinator demo Sayuthi Aulia, Chairurrazi, dan penanggung jawab Ramli Rasyid memimpin massa demo bergerak menuju Kantor Gubernur. Massa yang sekitar puluhan ribu orang itu menggunakan atribut berupa poster, spanduk, dan payung yang bertuliskan tolak aliran sesat dikembangkan di Aceh.

Setiba di kantor gubernur, puluhan ribu massa diterima Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Wakil Gubernur Muhammad Nazar, Kadis Pendidikan Aceh Drs Bakhtiar Ishak, dan pejabat lainnya.

Gubernur Irwandi menegaskan, untuk memberantas dan memberkas perkara pelaku penyebaran aliran sesat, seperti Millata Abraham,  Pemerintah Aceh telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 9 Tahun 2011 tentang Larangan Kegiatan Aliran Millata Abraham di Aceh pada tanggal 6 April.

Untuk mencegah perkembangan aliran sesat itu, kata Gubernur Irwandi, tidak cukup dengan pergub, tapi yang lebih penting lagi adalah seluruh elemen masyarakat Aceh, terutama orang tua, para ulama, guru agama dan mengaji, meningkatkan pengawasan dan pendidikan akidah bagi anak-anak di rumah.

Anak itu, menurut Irwandi, jangan diibaratkan sebagai anak meriam: selepas dari tempat pelontarnya, ia bukan lagi menjadi tanggung jawab peluncurnya. “Tapi anak tidak seperti itu, kita harus mendidiknya dengan benar, terutama mengenai hukum dan syariat Islam serta ilmu-ilmu akidah,” imbuh Irwandi.

Usai berorasi di depan kantor gubernur, puluhan ribu pendemo aliran sesat melanjutkan aksi demonya ke Gedung DPRA. Di gedung wakil rakyat ini mereka diterima Wakil Ketua DPRA Drs Sulaiman Abda, Ketua Komisi A DPRA Adnan Beuransyah, dan sejumlah anggota DPRA, DPRK Banda Aceh, dan lainnya.

Wakil Ketua DPRA menyatakan, pihaknya siap menindaklanjuti 12 tuntutan pendemo penolak aliran sesat dan akan segera dibuat qanun untuk memperkuat Pergub.

Wali Kota Banda Aceh, Mawardy Nurdin dan Wakil Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal maupun anggota DPRK bergantian menyampaikan orasi dalam acara demo di halaman Gedung DPRA itu. Dua petinggi Kota Banda Aceh itu mengatakan kepada massa bahwa saat itu posisi mereka bukan sebagi Wali Kota maupun Wakil Wali Kota, melainkan sebagai warga Kota Banda Aceh yang secara bersama-sama mendukung pemerintah untuk bertindak secara tegas terhadap penyebar dan penganut aliran sesat yang masuk ke Aceh, khususnya ke Banda Aceh.

Mawardi dan Illiza mengatakan, untuk pencegahan aliran sesat, tidak cukup dengan membuat qanun pelarangan aliran sesat, tapi juga DPRA harus menyediakan anggaran yang cukup untuk meningkatkan pelaksanaan berbagai program/kegiatan pendidikan syariat dan akidah. Ini penting, supaya bisa menjadi benteng yang tangguh dalam menghadapi aliran sesat lainnya yang akan masuk Aceh.   

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Drs Armensyah Thay menjawab Serambi mengatakan, dalam aksi damai sekitar puluhan ribu massa itu, pihaknya menurunkan 500 personel atau 2/3 dari 1.180 personel di jajaran polres yang dipimpinnya. “Pihak keamanan kita sudah turun berjaga-jaga sejak pukul 08.00 WIB. Saya ucapkan terima kasih kepada para penanggung jawab yang meminta izin karena telah melakukan aksinya dengan benar-benar damai, sebagaimana yang mereka katakan kepada kita,” katanya.

Kepada Serambi, Kapolresta juga mengatakan, menanggapi permintaan salah seorang koordinator lapangan (korlap) tentang tiga orang warga yang kini di bawah pengamanan pihaknya karena diduga menganut aliran sesat, akan diproses secara hukum dan akan dimintai keterangan. “Salah seorang di antara mereka merupakan aktor di belakang penyebaran aliran sesat di Banda Aceh,” ungkapnya.

Pagar syariat
Wagub Muhammad Nazar mengatakan, perlu pagar syariat dalam penanganan aliran sesat di Aceh. Dilihat dari mayoritas orang yang terjebak aliran sesat yang kebanyakan dari kalangan kampus, sehingga ia menilai, ada kegagalan pembinaan keagamaan di kampus.

“Aceh membutuhkan pagar penerapan syariat untuk menutupi celah ‘hama dan pemangsa luar’. Pagar itu pendalaman pendidikan agama di seluruh institusi, termasuk perguruan tinggi, keluarga, dan lembaga-lembaga yang ada. Berlakukan mazhab Ahlussunnah wal Jamaah untuk publik, aktifkan masjid, dan musala sebagai tempat pengajian bagi masyarakat,” katanya.

Selain itu dari hasil investigasi yang dilakukan timnya beberapa waktu lalu soal penganut ajaran sesat, ungkap Wagub, jika dilihat dari wajah pengantut, ada kelainan-kelainan yang ditemuinya. “Pikiran mereka seperti mengawang-awang, layaknya seperti orang yang sedang dihipnotis atau mengonsumsi obat atau minuman tertentu,” katanya.

Maka itu, kata Wagub, penanganan pengikut aliran sesat, harus dilakukan di semua sisi, termasuk mengecek kesehatan jiwanya (psikologi), selain memperbaiki akidah, hukum Islam, dan akhlak mereka secara khusus. (her/c47)